Wednesday, August 8, 2012

TITISAN TINTA - KEUTAMAAN SEDEKAH

KEUTAMAAN SEDEKAH
Abu Laits as-Samarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Dzar al-Ghifari r.a. berkata:
‘Solat itu sendi agama, dan jihad sebagai tulang punggung (setinggi) amal, dan sedekah itu suatu yang ajaib (baik) (disebut tiga kali).
Dan ketika ditanya tentang puasa.
Jawabnya: Itu untuk taqarrub kepada Allah dan tidak ada kelebihannya.
Ditanya: Sedekah yang manakah yang lebih utama?
Jawabnya: Yang terbanyak, kemuudian menyebutkan kamu tidak akan dapat mencapai bakti yang benar-benar, sehingga mengorbankan apa yang sangat engkau suka.
Ditanya: Jika tidak mempunyai?
Jawabnya: Kelebihan makanan.
Ditanya: Jika tidak mempunyai?
Jawabnya: Membantu dengan kekuatan tenaganya.
Ditanya: Jika tidak mempunyai?
Jawabnya: Menjaga diri dari api neraka walaupun dengan sedekah se[aruh dari sebiji kurma.
Ditanya: Jika tidak mempunyai?
Jawabnya: Menahan diri, yakni tidak menggangu orang.

(Di lain riwayat semua keterangan ini adalah dari Rasulullah saw.)
Aisyah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda dengan ertinya:

“Pemurah (dermawan) itu suatu pohon yang akarnya (asal atau pohonnya) di syurga, dan dahan-dahannya menurun ke dunia, maka sesiapa berpegang kepadanya akan ditarik ke syurga, dan kikir (bakhil) itu pohon yang bibitnya asalnya di dalam neraka, sedang daun-daunya menurun ke dunia, maka sesiapa yang berpegang padanya akan ditarik ke neraka”.

No comments:

Post a Comment