Thursday, February 23, 2012

RENUNGAN AL-QURAN 58


KEBENCIAN KAUM KAFIR TERHADAP ISLAM

Allah Taala berfirman dengan maksudnya:

Awaslah! Kamu ini adalah orang-orang (yang melanggar larangan), kamu sahajalah yang suka (dan percayakan mereka), sedang mereka tidak suka kepada kamu. kamu juga beriman kepada segala Kitab Allah (sedang mereka tidak beriman kepada Al-Quran). Dan apabila mereka bertemu dengan kamu mereka berkata: “Kami beriman”, tetapi apabila mereka berkumpul sesama sendiri, mereka menggigit hujung jari kerana geram marah (kepada kamu), katakanlah (wahai Muhammad): “Matilah kamu dengan kemarahan kamu itu”. Sesungguhnya Allah sentiasa mengetahui akan segala (isi hati) yang ada di dalam dada (A-Li ‘Imran:119)

Kalau kamu beroleh kebaikan (kemakmuran dan kemenangan, maka yang demikian) menyakitkan hati mereka; dan jika kamu ditimpa bencana, mereka bergembira dengannya. Dan kalau kamu sabar dan bertaqwa, (maka) tipu daya mereka tidak akan membahayakan kamu sedikitpun. Sesungguhnya Allah meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka lakukan. (A-Li ‘Imran: 120)

Dalam ruangan Renungan Al-Quran 56 yang lalu kita telah berkesempatan meneliti dan memahami sedikit sebanyak mengenai larangan Allah kepada orang-orang beriman (mukmin) supaya jangan mengambil orang-orang yang bukan dari kalangan mereka sebagai orang dalam yang diberi kepercayaan sepenuhnya. Maksud “orang-orang yang bukan dari kalangan kamu” dalam ayat 118 ini adalah merujuk kepada tiga kumpulan orang-orang berikut mengikut pendapat atau kaul yang berbeza iaitu; (a) orang-orang Yahudi, (b) orang-orang kafir dan (c) orang-orang munafik.

Ayat-ayat 119 dan 120 surah A-Li ‘Imran di atas adalah merupakan peringatan yang lebih berbentuk amaran terhadap orang-orang mukmin yang tidak memahami dan tidak mengerti tentang kebencian dan kemarahan orang-orang kafir, Yahudi dan orang-orang munafik terhadap diri mereka dan agama Islam.

Dalam ayat 119 Allah swt. memberi amaran dengan menyatakan bahawa orang-orang mukmin (Islam) sengaja melanggar larangan Allah, iaitu dengan menyukai dan mempercayai orang-orang kafir, sedangkan orang-orang kafir itu tidak sukakan orang-orang mukmin.

Suatu perbezaan yang besar ialah orang-orang mukmin  adalah beriman dengan kitab-kitab Allah, sedangkan orang-orang kafir sebaliknya adalah tidak beriman.  Orang-orang kafir itu sebenar telah lama menolak dan mendustakan kitab-kitab Allah seperti Taurat, Injil dan Al-Quran.

Mereka hanya berpura-pura dengan mengatakan “Kami beriman” di hadapan orang-orang mukmin. Tetapi bila berada sesama sendiri di kalangan mereka,  mereka begitu geram dan marah kepada orang-orang Islam, sambil mengigit hujungnya.

Sikap orang kafir ini ditempelak dengan kata-kata “Matilah kamu dengan kemarahan kamu itu”. Sesungguhnya Allah sentiasa mengetahui segala isi hati yang ada dalam dada manusia.

Dalam ayat 120 Allah mengingatkan bahawa orang-orang kafir itu sakit hati bila orang-orang mukmin beroleh kebaikan seperti kemewahan dan kemenangan dan mereka bergembira bila orang-orang mukmin ditimpa bencana.

Allah seterusnya memberi petunjuk kepada orang-orang mukmin (Islam) bahawa jika mereka bersabar dan bertaqwa, segala tipu daya orang-orang kafir ini tidak akan mendatangkan bahaya sedikitpun kerana semua yang mereka lakukan itu berada dalam pengetahuan Allah jua.

Sekian, Was’salam!


No comments:

Post a Comment